MENGELOLA MAJALAH ( Muhajir Arrosyid )

Yang dimaksud dengan majalah dalam judul di atas bisa saja majalah dinding maupun majalah cetak, bulletin, dan tabloid. Media dilihat dari peruntukan dan pengelolannya dapat dibedakan menjadi dua macam.

Pertama adalah media umum, media ini didirikan semata-mata sebagai media massa. Media semacam seperti Kompas, Suara Merdeka, dan Wawasan. Pembiayaan media semacam ini dari iklan dan pembelian dari pihak konsumen. Sifat media semacam ini cenderung bebas.

Kedua, Majalah komunitas atau majalah organisasi. Majalah jenis kedua ini didirikan oleh komunitas dan organisasi tertentu sebagai alat komunikasi antar anggota komunitas atau antara komunitas dengan pihak luar. Media semacam ini dapat kita lihat seperti Rindang milik departemen Agama, Derap Guru milik PGRI Jawa Tengah, Suara Kampus milik IKIP PGRI Semarang. Pembiayaan dalam media semacam ini dibiayai oleh organisasi. Sifat media semacam ini di sesuaikan dengan kepentingan organisasi. Sampai rubrik-rubriknyapun disesuaikan dengan kepentingan dan karakter organisasi.

Struktur Kepengurusan Majalah

Pimpinan Umum
Pimpinan umum bertugas mengkoordinasi pimpinan redaksi dan pimpinan perusahaan. Pengambil keputusan masalah administrasi dan keredaksian.

Pimpinan Redaksi
Pimpinan redaksi adalah orang yang bertanggung jawab atas keredaksian. Pimpinan redaksi dibantu oleh redaktur rubrik dan redaktur bahasa.

Pimpinan Perusahaan.
 Pimpinan perusahaan memiliki tugas administrasi, surat menyurat, mengurus honor penulis, distribusi dan iklan. Pimpinan perusahaan di Bantu dengan sekretaris dan bendahara.

Redaktur Rubrik
Redaktur rubrik adalah pengasuh rubrik, bila rubrik opini dia adalah penyeleksi naskah opini yang masuk untuk di muat. Untuk rubrik berita, redaktur dibantu oleh reporter.

Editor Bahasa
Editor bahasa bertugas mengecek tulisan yang akan dimuat, tentang tatabahasanya, salah ketik dan lain sebagainya.

Desainer Grafis atau Setting Lay-Outer
Menata hasil tulisan dalam halaman-halaman. Deasiner memberikan sentuhan estetika pada setiap lembar agar majalah enak dilihat. Yang perlu mendapat perhatian desainer adalah komposisi, warna, garis, kolom, jenis font dan ukuran font.

Rubrikasi Majalah
Rubrik-rubrik dalam majalah dapat disesuaikan dengan selera pembaca dan tujuan pemilik media. Jumlah rubrik ditentukan oleh berapa banyak halaman dalam majalah tersebut. Rubrik-rubrik yang umum ada adalah opini, dan berita. Dalam majalah seperti Tempo terdapat rubrik laporan utama, yaitu mengulas sebuah peristiwa secara mendalam dengan dilengkapi data secara lengkap. Dalam majalah tertentu terdapat rubrik seperti tips, sastra yang berisi cerpen, cerbung dan puisi, kadang ada rubrik ramalan bintang dan sebagainya.

Misalnya sebuah majalah memiliki 30 halaman. Kalau setiap rubriknya dua halaman maka memiliki lima belas rubrik. Namun rubrik- rubrik tertentu yang dianggap penting seperti berita, laporan utama dan laporan khusus memiliki porsi halaman lebih luas. Kita juga harus menentukan halaman dalam rubrik itu membutuhkan berapa karakter kata setelah disertai gambar. Ini untuk memudahkan redaktur bahasa dan desiner grafis.

Membuat Berita

Hal yang terpenting dalam sebuah majalah adalah berita. Bagaimana kita mencari berita? Bagaimana kita menyusun sebuah berita ? Berita seperti apa yang layak ditampilkan ?

Kita dapat mencari berita disekeliling kita. Birita didapat bisa dengan cara sengaja dan tidak sengaja. Cara sengaja misalnya kita menghadiri sebuah acara setelah itu bertemu dengan sumber berita dan kita wawancara. Cara tidak sengaja misalnya ketika kita jalan-jalan kita melihat kecelakaan terjadi., setelah itu kita menemui saksi mata sebagai sumber berita. Kita dapat menyusun atau menulis berita dengan menyajikan pengamatan langsung kita atau jawaban atas pertanyaan kepada sumber berita. Sumber berita harus kita sebutkan. Pertanyaan-pertanyaan itu harus menjawan When, What, How, Who, Where. Informasi dari sumber berita ini kita sajikan dari hal yang paling penting ke informasi yang tidak penting. Ini untuk memudahkan redaktur apabila halaman tidak muat, maka akan di potong pada bagian paling bawah. Penting mana antara peristiwa, siapa, di mana, atau kapan.

Ini adalah beberapa contoh berita:

Dalam rangka hari Kartini EDSA IKIP PGRI Semarang menyelengarakan lomba memasak tingkat SMA se- Jawa Tengah. Menurut Robert ketua panitia acara tersebut acara ini bertujuan agar generasi muda pintar memasak. Menurutnya pula peserta yang mengikuti acara ini sebanyak seribu orang dari tiga ratus SMA. Acara akan dilaksanakan di depan ruang dosen FPBS IKIP PGRI Semarang pada tanggal 22 Mei 2010 pukul 00.00.

Berita di atas dimulai atas pertanyaan Apa, karena hari Kartini di anggap yang paling penting. Berita ini bersifat masa datang karena belum terlaksana. Berbeda lagi kalau berta semacam ini.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono berserta ibu mengunjungi lomba masak tingkat SMA se Jawa Tengah. Acara yang dilaksanakan di depan ruang dosen FPBS IKIP PGRI Semarang pada tanggal 22 Mei 2010 pukul 00.00 ini menurut Robert ketua panitia acara tersebut bertujuan agar generasi muda pintar memasak.. Peserta yang mengikuti acara ini sebanyak seribu orang dari tiga ratus SMA.

Berita di atas dimulai atas pertanyaan siapa, karena SBY dianggap yang paling penting. Berita ini adalah berita yang telah terjadi.

Kemudian berita semacam apa yang layak ditampilkan? Yang luar biasa! Kalau ada manusia di gigit anjing itu hal yang lumrah namun kalau manusia mengingit anjing itu luar biasa. Kalau yang di gigit anjing Hidayat Nur Wahid atau Taufik Hidayat ini juga jadi luar biasa. Kalau mahasiswa IKIP PGRI Semarang terjatuh di kamar mandi dan mukanya luka apakah ini penting? Namun kalau itu terjadi pada Ahmad Dhani pesonil goup band Dewa 19 apakah ini berita?

Menulis Opini

Opini merupakan karangan semiilmiah. Sebenarnya kunci penulisan, apa pun jenisnya, sebenarnya terletak pada unsur dasar jumalistik, yaitu 5W+1H:

What (Apa)? : Kejadian

Who (Siapa)? : Pihak yg terlibat: pelaku, saksi, dll

When (Kapan)? : Waktu kejadian: pukul, hari, tanggal

Where (Di Mana) : Tempat peristiwa

Why (Mengapa) : Sebab-sebab kejadian

How (Bagaimana) : Kronologi dan akibat dari kejadian

Untuk penulisan berita (news), jelas unsur-unsur itu harus ada. Begitu pula untuk penulisan esai atau artikel. Hanya saja untuk artikel atau esai, gaya yang digunakan sedikit berbeda dari penulisan berita.

Untuk artikel atau esai, lead (pembuka tulisan) sistematika penulisannya tidak sebebas menulis berita. Pada berita, lead dipilih berdasarkan unsur yang dipandang cocok oleh penulis (wartawan). Sementara itu pada esai atau artikel, lead haruslah merupakan pembuka permasalahan yang akan dikupas atau diuraikan dalam suatu tulisan.

Karena itu, lead pada artikel atau esai harus memenuhi standar penulisan ilmiah, yaitu mengungkap latar belakang masalah; atau bisa juga terlebih dahulu memaparkan suatu fakta peristiwa sebelum mengungkap persoalan yang dianalisis. Di sela-sela pemaparan fakta peristiwa dan analisis itu, bisa pula disisipi dengan paparan latar belakang masalah.

Redaktur memilih naskah berdasarkan parameter untuk menentukan pantas dan layak tidaknya suatu disajikan kepada publik. Yaitu unsur kelayakan jurnaslistik yang terdiri atas: significant, timelines, magnitude, proximity geografis dan emosional, prominance (tenar), human Interest

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka secara praktis, sederhana, dan mudah, bisa dirumuskan kerangka karangan semiilmiah (artikel atau esai) sebagai berikut: latar belakang masalah, permasalahan, kajian masalah (sesuai dengan pisau analisis yang digunakan), solusi berupa pemecahan masalah, saran dan harapan.

Berbeda dari penulisan berita, sistematika karangan semiilmiah tidak bisa bebas memindah-mindahkan urut-urutan tersebut. Kalaupun akan melakukan variasi gaya penulisan, hanya ditolerasnsi memindah poin pertama dan kedua, yaitu permasalahan dan latar belakang masalah, sehingga urut-urutannya menjadi: permasalahan, latar belakang masalah (didukung data dan referensi), kajian masalah (sesuai dengan pisau analisis yang digunakan), solusi berupa pemecahan masalah, saran dan harapan.

Langkah lain yang tak kalah pentingnya adalah menentukan judul. Kepalaan berita atau tulisan (judul), harus mencerminkan isi karangan, menggunakan kalimat pendek, tegas, jelas, dan informatif.

Sumber : http://tunu.wordpress.com/2008/05/24/mengelola-majalah/

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment

Berikan komentar dengan cara yang baik dan bijak. Berikan saran dan kritik yang bersifat membangun agar blog ini semakin maju dan berkualitas. Happy blogging - misteruban -